Pernyataan Duka Cita dari Cabang-Cabang Tanzhim Al-Qaidah atas Syahidnya Amirul Mukminin Mullah Akhtar Muhammad Manshur

Umat Islam adalah satu kesatuan dan seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, begitulah gambaran yang paling tepat untuk menggambarkan hubungan antara Thaliban dengan Al-Qaidah. Ia bukan semata-mata hubungan Komandan dengan Prajuritnya, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa Tandzhim Al-Qaidah Al-Jihad Al-Alamiyah (Organisasi Al-Qaidah Al-Jihad Internasional) adalah salah satu di antara pasukan-pasukan di bawah Amirul Mukminin Imarah Islamiyah Afghanistan.

Hanya berselang beberapa hari setelah Imarah Islamiyah Afghanistan secara resmi mengumumkan syahidnya Amirul Mukminin Mullah Akhtar Muhammad Manshur, ketiga cabang resmi Al-Qaidah (AQAP, AQIM dan Jabhah Nushrah) segera mengumumkan pernyataan duka cita mereka secara resmi dan dipublikasikan di berbagai media sosial.

Dan, inilah terjemahan lengkap pernyataan duka cita tersebut:   

Pernyataan Duka Cita Atas Meninggalnya Amirul Mukminin Mullah Akhtar Manshur rahimahullah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, sholawat serta salam atas Nabi dan Rasul yang paling mulia, Muhammad bin Abdullah, keluarga dan dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du:

Allah ta’ala berfirman: “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepada-nya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran:144-145).

Sungguh, kami merasa sangat sedih dan berkabung dengan berita meninggalnya Amirul Mukminin, Amir Imarah Islam Afghanistan, Mulla Akhtar Muhammad Manshur – rahimahullah – sesaat setelah terjadinya serangan Amerika yang menyebabkan beliau syahid, sebagaimana yang kami sangka dan Allah Yang Maha Mengetahui dengan perhitungannya dan kami tidak menyucikan seorangpun mendahului Allah ta’ala.

Dalam kondisi seperti ini, kami mengucapkan bela sungkawa kepada umat muslim dengan meninggalnya pahlawan yang mulia ini, khususnya berbela sungkawa kepada rakyat Afghan secara keseluruhan dan mujahidin Harakah Thaliban yang mulia. Kami katakan kepada mereka: Tetaplah berbuat baik kepada Allah dengan berkabungnya kalian, dan hanya milik Allah apa yang Dia ambil dan apa yang Dia berikan, dan segala sesuatu sudah ditentukan di sisi-Nya, kami memohon kepada Allah agar menggantikan kita dan kalian dengan kebaikan terhadap Amirul Mukminin dan menggantikan dengan yanh lebih baik darinya bagi umat ini, sesungguhnya Dia Maha Mampu atas segala sesuatu.

Sesungguhnya, perjalanan hidup Mulla Akhtar Manshur – rahimahullah – adalah perjalanan roda jihad, kedermawanan, pengorbanan, dan kesungguhan sepanjang jihadnya bersama para ikhwan beliau yang sudah lebih dari tiga dekade kemudian menutupnya dengan mati syahid di tangan salibis, sungguh begitu besarnya perjalanan itu, dan begitu besarnya jihad itu serta begitu mulianya akhir hidup itu. Dan sesungguhnya kepribadian Amirul Mukminin Mullah Akhtar Manshur adalah suri tauladan yang patut dicontoh, dan menjadi madrasah dalam memahami hakekat ibadah jihad dan dalam memahami islam dengan kesempurnaannya, rahmatnya, kemuliaannya dan kehormatannya.

Dan sesungguhnya Amir ini tidak lain hanyalah satu episode dari rangkaian serial  emas dari para pimpinan dan Amirul Muslimin yang terus berlanjut sejak fajar Islam hingga hari kita ini, kafilah syuhada suci yang diiringi kafilah lain yang Allah ambil mereka sebagai syuhada dan memilihnya diantara para makhluk, kemarin umat dan rakyat Afghan mengucapkan selamat tinggal kepada Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar rahimahullah setelah beliau menerima apa yang ia citakan sedangkan beliau dalam ribathnya di jalan Allah, hidup dengan serba kekurangan dan melawan sakit, akan tetapi dia tidak lemah dan menyerah dan tidak kendur semangatnya dan tidak rela dengan kerendahan dalam agamanya, dan hari ini umat mengucapkan selamat tinggal kepada Mulla Akhtar Manshur rahimahullah dan ia tetap teguh di atas jalan pendahulunya yang berpergang teguh dengan Islam dan berjaga-jaga di medan jihad, dan raungannya mengumumkan bahwa ia sekali-kali tidak akan menyerah kepada musuh Allah, salibis sedangkan mereka menjajah Afghanistan, dan juga tidak ada perundingan bersama lawan kecuali di bawah payung syariat Islam, dan bahwa Mujahidin Thaliban sekali-kali tidak akan berhenti dalam berperang hingga penjajah keluar dan syariat kembali diterapakan di Afghanistan sekali lagi.

Dan berulang kali Mullah Akhtar Manshur bersama para ikhwan beliau dari Harakah Thaliban menetapi sikap yang kokoh dari Amirul Mukminin Mulla Muhammad Umar rahimahullah yang berkata: “Sesungguhnya Amerika menjanjikan kita kekalahan sedangkan Allah menjanjikan kita kemenangan dan kita akan melihat janji mana yang akan terbukti”, maka teruslah kalian di jalan jihad dan perang hingga mampu menghancurkan salibis dan antek mereka dan dunia akan menyaksikan bagaimana rakyat Afghan akan menang dengan mudah terhadap pasukan cadangan Amerika yang sombong itu, dan bagaimana kaum muslimin mampu berjalan dengan iman mereka dan pengorbanan serta keberanian mereka di waktu pasukan salibis dan antek mereka mengalami kerugian, kegoncangan dan mundur dengan memikul kehinaan dan kekalahan.

Ya, memang kaum muslimin telah kehilangan seorang Komandan Besar dan Amir yang istimewa, akan tetapi yang menjadi sebab kemuliaan bagi kami dengan meninggalnya Amirul Mukminin Mulla Akhtar Manshur rahimahullah, adalah bahwa beliau meninggal dengan keteguhan dan menghadap Allah dengan berdiri dan tidak menundukkan kepalanya kepada kaum kafir, dan tidak menghinakan umat dan rakyatnya, dan tidak membeli yang fana dengan yang kekal, beliau meninggalkan dunia ini dalam keadaan menjadi teladan yang dibanggakan oleh umat dan kisah pembelaan kepada rakyat Muslim untuk menambah jihad dan pengorbanan, dan menolak apa yang diinginkan oleh musuh Allah, karena darah Komandan Syuhada adalah bahan bakar peperangan dan sesungguhnya dengan meninggalnya para Amir maka tidak menambah peperangan kecuali semakin keras.

Dan penutup, kepada saudara-saudara kami para mujahidin di seluruh penjuru dunia Islam, sesungguhnya ini adalah jalan jihad dan sesungguhnya ini adalah kebenaran dakwah kita dengan syahidnya pimpinan kita, dan sesungguhnya kemenangan itu ada harga yang harus dibayar dari darah dan ruhnya dan sesungguhnya hari ini mereka pada barisan pertama dalam melakukan perlawanan dan dengan kadar pengorbanan mereka akan mendekatkan kemenangan – atas izin Allah – maka janganlah kalian bersedih atas terus menerusnya luka, karena sesungguhnya kemuliaan: “Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An Nisaa: 104).

Dan musuh telah mendapatkan penderitaan yang sangat di berbagai medan dan front dan kita telah sampai pada tahapan kemajuan dalam perang yang terdapat pengorbanan terbesar dan tuntutan perang yang lebih besar, “Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.” (QS. Ali Imran: 139).

Maka teguhlah kalian di jalan jihad karena sesungguhnya bertambah gelapnya malam itu agar terbit fajar shadiq – atas izin Allah -.

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nur: 55).

Akhir seruan kami, Alhamdulillahirabbil ‘Alamin.

Dan Allah Maha Berkuasa atas perkara-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

1437 H

Tanzhim Al-Qaidah Semenanjung Arab.

Tanzhim Al-Qaidah di Maghrib Islam

Tanzhim Al-Qaidah di Bumi Syam

Advertisements