Anshar Al Islam – Dahsyatnya api peperangan di bumi Syam, benar- benar membuat Suriah menjadi salah satu tempat paling mengerikan dan tidak aman untuk ditinggali oleh manusia. Setidaknya itulah yang disampaikan oleh para pengamat politik Barat. Namun, Suriah justru menjadi tempat yang paling didambakan dan dirindukan oleh para Mujahidin. Karena di sanalah tegaknya peperangan yang menentukan nasib kaum Muslimin di akhir Zaman.

Dan dalam perang Suriah inilah, faktor-faktor penghancur kemenangan yang selama ini melemahkan kaum Muslimin untuk menggapai kemerdekaan dan kedaulatan di muka bumi terbongkar.

Suriah telah membuka mata umat ini tentang hakikat Syiah dan bahayanya agama sesat ini, serta menunjukkan bahwa sejak awal kelahirannya, Syiah memang telah menempatkan diri sebagai predator yang senantiasa akan menyesatkan dan membantai umat Islam.

Di Suriah konspirasi dan pengkhianatan kaum Murtaddin-Amerika terus terwujud dengan munculnya faksi-faksi boneka bentukan Amerika hasil konferensi Jenewa, belum lagi dukungan Amerika kepada etnis Kurdi yang hari ini hampir menguasai seluruh wilayah utara Suriah, belum lagi aksi pembantaian massal lewat serangan udara Amerika dan sekutunya di Suriah.

Di Suriah pula, Kaum Muslimin tersadar dengan kenyataan adanya arus pemikiran dan karakter Khawarij yang selama ini tersembunyi di balik gerakan-gerakan jihad. Pemikiran dan karakter yang terwujud dalam bentuk “Negara Kekhalifahan” Gadungan pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi yang begitu haus darah dan haus kekuasaan serta sama sekali tidak mau bertanggung jawab terhadap kondisi kaum Muslimin, meski di antara kaum Muslimin itu ada orang-orang yang berbaiat kepadanya.

Hal ini diperparah dengan bangkitnya Beruang Merah Rusia yang ingin kembali meraih mahkota negara Super Power, dengan memperagakan pemboman sadis yang hanya menyasar titik-titik wilayah para Mujahidin Suriah anti ISIS, meski sebelumnya Rusia berkoar-koar akan memberangus eksistensi ISIS di Suriah tetapi kenyataan berkata lain. Agenda Rusiah dan Assad adalah sekeping mata uang yang tak terpisahkan dan target terbesar mereka adalah para Mujahidin Pemberontak yang dimotori oleh faksi-faksi Islam seperti Jabhah Nushrah, Ahrar Syam, Jaisyul Fath, Jaisyul Fusthath dan lainnya. (pz/ansharulislam)

Advertisements