Rekomendasi Syaikh Aiman Adh-Dhawahiri terhadap buku Nadharat Fil Ijma’ Al-Qath’i karya Syaikh Abu Yahya Al- Libi hafidhahullah

Syaikh Aiman Adh-Dhawahiri ketika ditanya oleh Abu Thalhah Al Gharib, “Apakah antum mengkafirkan tentara Arab secara kufru nau’ (kekafiran secara umum) ataukah kufru ‘ain (kekafiran secara personal), ataukah dalam masalah ini diperinci?”

Beliau menjawab; “Pengkafiran terhadap tentara dan lembaga keamanan itu dilakukan dengan perincian. Adapun menurut pendapat saya bahwa para dlubbath mabahits (para perwira intelejen) dalam lembaga keamanan Negara yang menjadi bagian dari lembaga kontra aktifitas keagamaan dan orang-orang yang seperti mereka, yang menginterogasi dan menyiksa orang-orang Islam, mereka ini adalah orang-orang kafir secara ta’yin (perorangannya). Namun perselisihan dalam masalah ini efeknya sangat sedikit sekali, dan hanya terbatas pada hukum-hukum pribadi seperti pernikahan dan warisan. Adapun secara praktek dalam memerangi mereka tidak ada perbedaan antara dua pendapat tersebut. Dan perselisihan dalam masalah ini ada kelonggaran. Akan tetapi yang harus benar-benar diwaspadai adalah manhaj yang dianut oleh penulis buku Watsiqatut Tarsyid, di mana dia mengkafirkan mereka semua secara ta’yin (setiap personalnya), bahkan dia mengkafirkan orang yang tidak mengkafirkan mereka, namun kemudian akhirnya — secara terpaksa atau suka rela — dia menjadi alat yang dipermainkan oleh mabahits (intelijen). Dan dalam masalah ini saya sarankan untuk mengkaji risalah Nadharat Fil Ijma’ Al-Qath’i karya Syaikh Abu Yahya Al-Libi hafidhahullah.”

(Al-Liqa’ Al-Maftuh Ma’asy Syaikh Aiman Adh-Dhawahiri, juz I; 3/4, Penerbit As Sahab Media th. 1429 H.)

Download ebook:

download PDF_button

Advertisements