mujahidin-asing-di-suriah

Segala puji bagi Allah yang berfirman dalam kitabNya:

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah, itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS. Ali Imran : 169).

Sholawat serta salam atas Nabi yang bersabda:

“Dan demi jiwaku yang berada di tangannya sungguh aku ingin berperang di jalan Allah lalu aku terbunuh, kemudian aku berperang lalu terbunuh kemudian berperang lalu terbunuh.”

Amma Ba’du:

Dengan hati penuh keridhoan kepada takdir Allah kami mengharap pahala di sisi Allah Azza wa Jalla saudara Al Fadhil komandan militer, pahlawan pemberani, penanggung jawab pelatihan, dan ditangan beliau telah lulus puluhan mujahidin di Homs yang teguh, komandan perang Ummu Syarsyuh sebelumnya dimana beliau terluka berat, kemudian komandan perang hari ini yang mana telah sempurna pembebasan Hajizul Mahatthoh dan daerah-daerah lain di pelosok desa Harbanafsah, Asy Syahid “Abu Ashil” yang kami sangka dan Allah yang maha tahu perhitungannya, dan kami tidak mensucikan seseorang mendahului Allah.

Komandan ini, yang telah mengorbankan segala hal yang berharga dan mahal, mempersembahkan ruhnya dengan murah di jalan Allah demi membela rakyat Syam yang tertindas.

Sungguh Homs telah kehilangan seorang lelaki dan komandan terbaiknya, telah meninggalkan luka menganga pada kita yang tak bisa diobati, dan tidak mudah untuk menutupinya.

Setelah pembebasan Hajizul Mahatthoh hari ini beliau pergi dengan ditemani seorang ikhwah untuk melihat Hajiz dan melihat langsung janji Allah, hingga ketika masuk ke dalam apartemen beliau sujud bersyukur dan memperpanjang sujud untuk bersyukur kepada Allah dan tunduk kepadaNya, dan ketika beliau mengangkat kepalanya hingga rudal mengenainya dan beliau mendapatkan apa yang ia cita-citakan, dan apa yang ia usahakan dengan sungguh-sungguh dan serius. Dan menjadi ciri pasukan kemuliaan laksana singa yang mulia…

Wahai berapa banyak yang memupuk azam dan majun ke depan…
Maka beruntunglah wahai ibunda asy syahid dengan kepahlawanan…
Dan beruntunglah bagi orang yang darahnya tertumpah membela negerinya…

Beliau memiliki tekad yang tinggi dan diketahui oleh orang yang pernah duduk bersamanya, seseorang yang melanggar batas-batas kelompok dan organisasi, orientasinya adalah kemaslahatan umat dan menyelamatkan para tawanan muslimah dan menghancurkan musuh Allah, mengerahkan segala kesungguhan yang besar di jalan menyatukan kata dan meluruskan barisan.

Maka alangkah baiknya beliau dan bagi Allah pahalanya, kami memohon kepada Allah agar menerimanya di surga Illiyin dan meninggikan derajatnya. Amiiin. Amiiin.

9 Sya’ban 1437 H, 17 Mei 2016 M

Advertisements